FORUM KOMUNITAS BLOGGER INDONESIA

Rindu Pelangi....

ketika membuka mata, benderang mengantarkan pada sosok sang mentari.
indah, meski kehilangan pelangi, kehilangan 1 warnanya saja, seperti kehilangan semuanya.
bukan...!!!! bukan hilang....
hanya berganti kostum untuk memperindah dunia dititian bola mata.
tetap takjub dengan kilauan mentari yang menghapus petang dan berdamai dengan rembulan...


sayup-sayup membesar haluan bola mata,
namun berusaha menikmati dan beradaptasi dengan keindahan yang lain.

rindu pelangi....
biar rindu tetap menikmati mentari....
dan rembulan
yang saling sapa menatap senyuman awan memutih sejuk
melenakan hati, coba berdamai pada rasa
Tuhan, pertemukanlah kembali dengan MEJIKUHIBINIU...
Agar kami kembali menari...
dalam syukur, menyulam asa dan bawa tawa keistana bahagia dg rahmatMu

Tuhan belum pandai rasa syukur ini membuncah atas pelangiMu
atas mentariMu
dan atas RembulanMu.

Belum berdiameter penuh rasa sabar yang terlukis malu-malu.
pada bayangan
kenyataan
dan harumnya perjuangan yang menjadikan hidup itu kehidupan

saat ini rindu pelangi
tak aka lekang dimakan waktu..
dan bumi berputar atas seruaMu...
melagukan irama syahdu yang tetap ditunggu
hingga akhir waktu....
Thanks Rabb

  


Hati menemukan bilik rindunya
Lewat kekuatan sisa-sisa tangisan cinta, kaki melangkah ingin mencuri secarik damai yang ntah berwindu yang lalu memudar, tak memantul pelangi.
Diam, ku hirup dalam-dalam hingga kesumsum tulang rinduku.
Bak terpesona dengan keagungan melati.

Kembali kupaksakan rinduku agar tetap menemui singgahsananya.
Agar ia beradu haru ketika kening ini menyentuh kain pusaka yang bernama sajadah cinta itu.
Sebuah bangunan serba putih menjadi saksi, saat rinduku teruraikan satu per satu warnanya.
Seperti anak kecil yang kegirangan dibelikan mainan
Dan sekuat penantian cinta yang membara merah saga.

Terduduk, tersunggkur ....
Penuh kaca-kaca dari sinfoni kerinduan pada sang Ilahi.
Tulisan kaligrafi didinding-dinding putih bagai ikut bertasbih menafsirkan gelak rindu

Rabb ku, jatuh bangun aku menuju istanaMu nan megah
Sempat ragu, namun kupaksa agar bertemu dan aku tak tertipu.
Dipintu asa ingin kupasang lampion-lampion cinta.
Agar bisa kembali bersama pelangi, memuai kerinduan yang syahdu
Hanya bersama Mu, berama Mu.

Diistana megah kualirkan doa penuh kata,
Bersujud menikmati degupan jantung yang terasa dekat dan kuat.
Bertakbir khusyu dibelaian kasihMu.
Aku tak ingin berpisah, istana megah ini membuat haru biru menafsir arti buncahan rindu.

Akhirnya, kumenemukanMu
Di tahta elegan yang serba suci, untuk membidik ilmu kasihMu.

Dengan Hatiku....

Sudah lama tidak menulis diblog ini, sedikit kerinduan menggrogoti imajinasiku....


Tidak ada yang spesial untuk ditulis kali ini, hanya tentang seorang sahabat yang spesial dan slalu melekat di hati tiap kali namanya ku sebut. Kemarin tepat tanggal 14-11-11 ia mengakhiri masa lajangnya. Teringat impian setahunan yang lalu untuk bisa menghadiri acara sakral itu, namun takdirlah yang akhirnya berbicara dan Tuhanlah yang menentukan terbaik dari setiap mimpi-mimpi kita. Termasuk tangga itu, aku tak berada di sampingnya, sedikit kesedihan seketika menghampiri. Terpikirkan sesuatu yang akan berubah dan dirubah. sesuatu yang tidak akan seperti kemaren atau dahulu. Tapi disisi lainnya akupun bahaya sudah berhenti pencariannya pada sebuah titik nadir bernama "pernikahan". Sudah kubayangkan senyumnya mengembang ketika berdiri tegap dipilar pelaminan yang penuh bunga-bunga dan kain warna-warni serta bahagianya menggandeng seorang laki-laki yang telah hahal untuknya.

Teman, sahabat dan juga saudaraku, aku turut bahagia, meski aku tak bisa hadir disana, aku yakin hatiku tetap disana. Apa yang kita cita-cita kan itu tak selamanya baik dihadapanNya. Tuhan akan me-delete apa-apa yang tak baik untuk kita dan menggantikannya dengan keindahan-keindahan meskipun terkadag awalnya kita tak melihat keindahan itu. Yah.... Rasa syukurlah yang dapat melengkapi keindahan itu, apapun itu ketika kita menerimanya maka nikmat itu akan bertambah-tambah.

Sedikit memori yang dulu ternah kita goreskan dengan tinta warna-warni akan menjadi sejarah, yang berubah hanya statusmu bukan siapa dirimu. Aku bersyukur pernah dipertemukan dengan kalian teman-teman yang baik hati dan penggembira untukku. Ntah kapan lagi bertemu, akupun tak tahu. Semoga Alloh menyiapkan sebuah masa yang indah untuk kita.

Apapun yang telah terlukis tidak akan pernah bisa dihapus, andai dihaps juga akan meninggalkan noda, maka aku kan menyimpannya di musium hatiku. Tak banyak yang bisa aku lakukan untuk membahagiakan kalian semua. Tapi aku akan terus berusaha berteman dengan hati. Meski suatu saat nanti aku dilupakan aku akan berusaha mengingat kalian.

Tak berlaku bagiku mantan teman, apapun itu aku akan berusaha menerimanya, yang aku ingin katakan selamat berbahagia teman, dengan laki-laki pilihanmu, yang emoga bisa menjadi imam yang baik untukmu.

Bersamamu aku paham indahnya ketulusan, kasih sayang dan indahnya persaudaraan. Meski kita sama-sama tidak sempurna. aku bahagia bersaudara dengan sederhana dan karena ingin mengharap RidhoNya. Aku tak pernah tau apa itu ketulusan sampai ku temukan titik akhir disebagian perjalanan hidupku.

Tuhan bila aku amat meyayanginya, jagalah rasa sayangku agar tetap dalam jalur yang di RidhoiMu Tuhanku.

Selamat menempuh hidup baru dengan penyempurnaan sebagian agamamu sahabat. uhibbukifillah ukhti....

23 September 2010 jam 15:03
tetaplah menjadi bintang dilangit kata-katamu
sebuah bintang yang berkilau cahayanya
yang tidak akan redup dengan kekerasan ego dan amarah sekalipun
agar merdu mendayu indah, meninabobokan hati yang kalud, gelisah dan penuh harapan.

bintang yang ingin dipetik oleh setiap insan....
bintang yang berahwana nan indah penuh kesejukan dijiwanya

beberapa bait kata-kata yang mengalun deras dengan pelapukan kabut jelaga

ingatlah !!! ini bukan mimpi atau dongeng sebelum tidur....
tapi ini adalah tutur kata sang bidadari yang bersembunyi dibelakang pelangi untuk menguraikan keindahan warnanya satu per satu
takkan lenkang dimakan waktu....
selalu indah disetiap masa
selalu membuat yang lain terpukau bila ia muncul menari indah dilangit yang biru

BINTANG dan PELANGI.....dua analog yang sama-sama indah
analog untuk manusia yang punya impian dan harapan....
manusia yang tahu benar makna air mata dan tawa....
pada bintang kuselipkan harapan agar bisa menjadi sepertinya, walau tinggi dan terlihat kecil
tiada satu manusiapun yang berkata bintang itu jelek....
semua mengakui dia indah, meski terkadang keindahan itu sedikit abstrak
karena terlalu jauh, kecil namun tampak karena langit tidak egois. mereka menjalankan titah Rabbnya
langit yang biru indah berani menjelaga hanya karena tidak rela menyembunyikan keindahan bintang....
namun adakah yg ingin menjadi seperti LANGIT???

mungkin ada, tapi mungkin juga pada ragu,,,,, karena manusia terkadang lupa untuk bercita-cita bisa selalu membagiakan orang lain.
walaupun semua dari rahmat sang Ilahi Rabbi....

langit pula tak merasa marah ketika kesejukan birunya, disaingi oleh kehadiran pelangi yg bewarna warni.
karena ia tahu ia akan indah dilihat mata bila bersama pelangi...

semuanya mengajarkan aku tentang kemahadasyatan cinta Allah...
dan mempelajari sedikit sendi-sendi analogi untuk kehidupan ini dari ciptaanNya.

Pelangi.....

pada pelangi kuceritakan harapan dan perjuanganku..
karena tak pernah kulupakan sebuah rangkaian kalimat
"jika kesedihan adalah hujan
dan kebahagiaan adalah matahari
maka aku membutuhkan keduanya untuk melihat PELANGI."
begitu sejuk mendengar kata-kat itu pertama kali....
bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, bisa didapat bila kebahagiaan dan kesedihan berbaur menjadi satu...

tanpa matahari dan selanjutnya hujan,,,, belum tentu bakal ada pelangi yg indah itu
meskipun itu proses alam,,,
membuatku belajar, bahwa sesuatu yang indah itu bayarannya adalah usaha, perjuangan yang tak pernah mempedulikan apakah didalamnya
ADA AIR MATA ATAU TAWA...

aku tau menjalani proses terkadang taklah semudah membalikan telapak tangan...
dan tak semudah angin yang menggoyangkan dedaunan
atau gelombang yang berkejaran menampar pasir pantai

tapi aku tahu untuk menjadi PELANGI dan BINTANG itu butuh langit, matahari, hujan dan rembulan yang selalu bekerja sama untuk adanya mereka, yang selalu berbagi kasih untuk menyeru keindahan Rabbnya....
yg membuat mereka lebih indah.... karena mereka saling mengindahkan
saling mengisi, saling berbagi dan tak pernah iri atas ego dan amarah
yang selalu mengayomi, setia untuk tetap indah dan tak akan lekang oleh waktu atas ikrar keindahan mereka

sekarang dikehidupan...akankah ada yang berfikir akan menjadi seperti LANGIT?
atau MATAHARAI? atau HUJAN?mungkin juga REMBULAN
maka pilihlah yang mana peran yang kau cita-citakan

karena tidak bisa indah jika semuanya ingin menjadi PELANGI, BINTANG, LANGIT, REMBULAN, MATAHARI DAN HUJAN...
semua akan indah karena kerja samanya untuk menampilkan yang terbaik dalam hidup.
dan  ingatlah semua keindahan yang pernah terpancar darimu itu karena Allah dan saudara-saudaramu masih menutupi kejelekanmu..
mereka menutupinya karena kebaikan dan usahamu untuk tetap menjadi insan yang baik dan mulia

dan ingatlah ketika keindahan yg terpancar darimu terlihat karena ada orng lain yg menganggap kau indah...
karena setiap orang bisa menjadi BINTANG, PELANGI, MATAHARI, LANGIT, HUJAN maupun REMBULAN...
tentunya pada lingkungan yg membutuhkan kita untuk jadi apa...
namun tetaplah memilih satu dari semuanya sebagai kerendahan dan kelembutan hatimu atas rahmat dariNya
karena kita berhak memilih untuk mengindahkan sesama...

karena semua muslim itu bersaudara, pabila yang satu sakit, maka yang lainnya akan merasakan yang sama...

dan tidak beriman salah satu diantara kalian hingga kalian dapat mencintai saudaranya melebihi cintanya pada dirinya sendiri

indahhhh....
sejukkkk....
dan penuh makna,,hikmah
tiada yang sia-sia

                                                                                                                                                                Tg.Uban, 23 Sep 10
                                                                                                                                                                    althafunnisa

29 April 2011 jam 23:33

Malam menjelang dini hari yang hening. Seketika otak mengetik memori utk dipikirkan, dirasakan dan hadirkan Alloh mersama deru air bening sesekali menghampiri harapan.

Aku bukan siapa_siapa.
Hanya makhluk Tuhan yg penuh misteri didlm ketidaksempurnaannya. Mencoba mengais hikmah untuk kehidupan yang lebih terang dari kemarin.

Ternyata aku bukan siapa_siapa. Yg masih senang berkutat dalam naungan tipu daya. Hanya untuk mencari arah kanan yang diharapkan.

Yah aku bukan siapa_siapa. Tiada indahnya yang bisa dijadikan kenangan manis saat ada aku. Tiada yg istimewa, datar, rata atau bahkan dibawah rata_rata. Hanya bersyukur Alloh masih menutupkan aib dan kotornya jiwa, hingga aku tampak tidak biasa.

Tapi tetap aku bukan siapa_siapa, hanya makhluk yg mencoba berbagi bahagia dan senyum meskipun ia sedang rapuh dan hatinya merana perih karena luka akibat perbuatanku sendiri.

Hey, aku bukan siapa_siapa. Maka jangan anggap aku 'wah' karena aku bukan siapa_siapa. Aku hanya manusia biasa yg sedang belajar memilah, meski masih berada dikubangan yg tak indah. Hanya berharap Alloh tegakan berdiriku meski aku harus sendiri. Akupun takut patah terkadang, karena naluriahku ttg tulang rusuk yang bengkok. Yang gak akan lurus dan aman bila tak diletakan pada dada yg kokoh. Dan fungsiku kan berganti menjadi melindungi.

Yah tetap apapun ceritanya aku bukan siapa_siapa, maka jangan berharap bnyak padaku. Jangan menuntut kesempurnaan dari iku,karena diawal tepat didepan sana aku telah beri tanda bahwa aku bukan siapa_siapa.

Meski peradaban berubah. Orang_orang semu seketika tampak 'wah' dan tangguh. Dan aku tampak terlihat biasa, tapi aku bahagia aku nyata tidak semu. Ya mesti aku bukan siapa_siapa.
Akupun tak pantas untuk dirindukan,karena aku tak cukup punya uang ikhlas yang tebal untuk membayar kalian agar merinduiku.
Dan akhirnya aku sadari. Alloh amat menyayangiku, selalu Ia selipkan sedikit tulus ditengah_tengah kebohongan n kepura_puraan. Sehingga aku merasakannya amat mewah.
Meskipun jelas sudah aku bukan siapa_siapa.

Thanks Alloh.
<la tahzan wa la tayasyu'>

18 November 2010 jam 10:51

tak ingin banyak bimbang......pada asing
tak ingin merasa hambar......pada lautan
tak ingin memetik sedih........pada keegoisan
tak ingin menari tawa........pada kesederhanaan

berlari memukau arah.....
merubah semak menjadi taman bunga
mengubah duri menjadi melati
merubah perih menjadi karya mata
dan merubah air  mata menjadi salju dan embun

teriakku tak seberapa....
karena tembok dan etalase megah menyamarkannya...
bahkan sayup tuli menggelora....
karena hatiku tak tuli tak buta dan tak mati
aku hanya permaisuri di tahta hatiku sendiri....
yang tetap menari lentik meski gempa dihati yg lain

melangkah jauh mengupas awan....
meniti hari2 dg balutan sutra doa2
memukau laksana senja agar bertukar pakaian menjadi pelangi
dan melawan raja duka menjadi sinfoni dan harmoni yg indah

aku akan tertidur dalam nyanyian
dan terbangun ditaman surga,,,,,
bertemu denganNya....
mengadukan hati yang bermahkota
hingga aku melengkapi susunan tulang rusuk....agar tertata rapi
semagai pemimpin pasukan atas lantas cinta pdNya....

karena haripun telah renyah tertawa
dan hujan seakan bersiul menang
dengan rahmatNya
atas kasihNya....


Muthma'inah sebagai maharnya
dan Syahid serta syurga taruhan atas nyawanya....

dan berbekallah.....!!!!
innallaha ma'ana

Tulisan ini memang sudah sejak lama terpikirkan di dalam memori  ruang bercuap saya di otak. Hanya saja baru sekarang bisa menjamah dan menyelesaikannya kembali. Awal membaca judulnya mungkin ada yang bertanya-tanya. Namun ini adalah sebuah tulisan bahwa semua makhluk ciptaan Tuhan terutama manusia adalah makhluk yang paling sempurnama, maka diciptakan denganlekuk-lekuk yang amat sempurna. Semua indah semua cakep bahkan tidak ada yang seram atau jelek. Hanya saya setiap kita tak sama dalam menjaganya. Ada yang memilih untuk banyak marah, kaku serta meminimalkan berwudhu yang mengakibatkan tidak semua aura wajah kita sama. Ada yang masih memancarkan ketenangan ada pula yang menggelisahkan. Semua tergantung dengan keadaan hati masing-masing. Karena hati adalah raja untuk seluruh anggota tubuh kita.
Maka Alloh telah memberikan titipan pada kita dan sekaligus diberikanNya cara untuk merawatnya. Dan Subhanalloh amat murah sekali cara merawat sinar diwajah kita yaitu dengan berwudhu, bangun dan sholat dimalam hari (tahajud) dan sholat dhuha. Terlihat murah namun berat biola tak biasa. Merawat wajah dengan kosmetik boleh saja namun bila kita sma-sma belajar dengan dibarengi itu insya Alloh hasilnya lebih maksimal. Maka kecantikan dari dalampun terpancar ketika hati kita rajin untuk kita bersihkan.
So jangan sedih akh dibilang jelek, serem atau apaun. Karena berbahagialah kamu telah diciptakan Alloh sebagai makhlk sempurna. Tingga bagaimana cara kita mensyukuri nikimay itu. bila kita tak belajar bersyukur takut-takut kalau Alloh ambil kembali nikmat itu. Yuk akh disulap kita semua berhak jadi memesona terkhusus dimata Alloh. Gak perlu ambil pusing dengan banyak selentingan. Ambil hikmahnya semoga kita malahan b isa lebih dekat sama Alloh. Belajar selalau berpokiran positif, itu juga yang bisa membantu merendahkan hormon stres kita. hemmms... berharap babyface minimal secantik bidadari syurga dan setampan pangeran di syurga. ayo berlomba dalam kebaikan
^_^