Kesederhanaaanmu yang tak bisa ku abaikan, selalu menginspirasi dalam semangat-semangat untuk hari esok. Tidak mewah, cukup dengan sederhana kau begitu  memukau, bak sebuah permata yang berada didalam kerang dengan tampilan yang sederhana dan biasa-biasa saja.

Bukan tanpa sebuah alasan! Akhlakmu semakin mempesona, meski seonggok jiwa itu asing pada istananya. Sulit dideskripsikan sebuah pancaran positif itu, sebuah karunia yang menutupi ruang luka dan menyulap semuanya menjadi bewarna. Sayangnya itu semua hanya bayangan yang terbang bersama balon2 gas keangkasa tinggi membahana. Namun percikan sinar keimanan tak akan pernah bisa ditipu, ia akan terus bersinar meski jauh, meski asing dan meski hanya sebuah nama. Sejuk itu tidak akan pernah bisa tertukar kata dengan panas. Ia akan tetap membuat pancaran senyuman ketika didengar. Terimakasih telah menginspirasi, bagiku sebuah anugrah pernah merasakan hadirnya semangat ketika kta terjatuh tanpa ada yang membatu membangunkan.

Getar-getar itu semakin jelas terasa, berhati-hatilah haram bertahta, ayo semangat mengatur kembali hati agar selamat, dan tetap berseri. Wahai pemilik Raga Sang Pencipta yang Maha Kasihnya, terimakasih telah luapkan dahaga menjadi kesegaran, begitulah cara indah-Mu lewat sebuah ketidak pastian,akan banyak hal yang fantastik tanpa diduga. Inilah kebahagiaan diatas bahagia.
Semua punya tugas masing-masing yang diberikan Tuhan didalam menjalani kehidupan ini. Penuh irama, sadar atau tidak sadar. Ketika kamu mampu mempesona untuk orang lain diluar sepengetahuaanmu, itulah bonus-bonus Tuhan atas rasa sabarmmu, tawakalmu dan minimalmu mengeluh saat tertusuk duri2 kehidupan.

Kembali kuingat, tak harus mewah untuk bisa diingat dan dikenang orang lain, akhlak mulia adalah taruhannya. Lewat kesederhanaan, semua akan terasa bersahabat.

Hari ini aku belajar, ketulusan, kesederhanaan, cinta kasih dan sikap apa adanya, lebih bisa dinikmati dengan indah,  jika kita mampu memahani detail maknanya dan mau belajar bersyukur didalamnya.

CUKUP SEDERHANA, TAK PERLU MEWAH YANG PENTIK AKHIRNYA MEMPESONA J

oleh Fitriana Asbanir pada 3 Januari 2013 pukul 17:31 ·
Jika BASA BASI itu tidak menimbulkan rasa sakit, aku akan meminta pada kalian untuk selalu berbasa basi dihadapanku.
merangkai semua yang indah disebalik sebuah keburukan yang nyata.
Tapi tidak kawan!
Itu hanya membuat diantara kita semua ada yang tersakiti, terutama yang peka dan diberi kelebihan sensitif, sekecil apapun mereka dapat rasakan, setertutup apapun mereka dapat mereka dengan benar.
Andai basa basi itu selalu baik, pastinya kebenaran dan ketegasan akan sangsi. itu pasti! seperti mengunyah sampah yang busuk, tapi tak telihat karena didalam mulut. Akh kawan andai kamu mau memikirkan barang 5 menit saja, kalian akan paham arti kejujuran, ketegasan, sikap toleransi yang nyaman, waktu yang berharga, dan keAgungan harga dirimu di sisi Tuhan maupun disisi ciptaanNy.

Tak banyak kawanku, yang mampu jujur dilingkungan yang penuh sandiwara. Dan tak banyak orang yang bersedia menjadi teman yang baik diatas kebaikan. Tak banyak orang yang bisa mengorbankan waktunya untuk hadir dihadapanmu hanya untuk mendengarkan cerita-ceritamu, diam ketika ia harus diam demi cinta kasihnya padamu, membiarkan kau bebas memilih yang terbaik namun tetap mengawasi dan mempercayaimu, yang bisa berlaku seketika menjadi pelawak hanya tak ingin melihatmu bersedih dan gundah, yang selalu positif thinking untukmu menawarkan senyumannya yang selalu murah dihadapanmu, dan yang mampu mengalah untukmu semampunya meski sekeras kepala apapun dia.

Pahamilah, apa yang kalian tanam maka itulah yang akan kalian petik kelak, andai kalian tau, mungkin kalian akan mau mulai belajar. Sebuah pertemanan seperti tak bertiang tanpa adanya KETULUSAN, KOMINIKASI, PENGORBANAN. Tiga hal itu bagai tiang2 penyanggah sebuah pertemanan. Gampang diucapkan namun tak sedikit yang gagal merealisasikannya. Butuh komitmen yang konsisten didalamnya dan yang utama menyandarkan semuanya pada Alloh.

Teman, untuk kalian dan utamanya untuk diriku sendiri kali ini aku ingin menulis. Bukan karena hal apa-apa hanya karena aku ingin  belajar lebih tulus lagi, lebih jujur dan belajar lebih memahami.

Andai kita boleh memilih, antara memahami atau ingin dipahami, pilihlah untuk memahami dan tidak ingin dipadami orang lain, sebab kalian akan kecewa ketika harus meminta dipahami, dan mereka tak mampu ilmunya untuk memahamimu tanpa kau minta. Tidak semua orang berhati malaikat, namun juga tidak sedikit orang yang tegak berdiri dinaungan doa2 malaikat2 Alloh.

Tak banyak yang bisa kubagi teman, namun aku hanya ingin mengajak untuk merenung sejenak sejauh apa kalian tulus, komunikasi dan berkorban untuk teman teman kalian?pertanyaan inipun berlaku padaku karena akupun belum lulus dengan nilai yang baik untuk pelajaran ketiganya. Jangan pernah permasalahkan kesibukanmu, pekerjaanmu, cuaca, alam, bahkan masalah2mu atau teman baru atau pacarmu agar teman2mu bisa mengaamiini alasan-alasan kalian untuk tidak tulus, tidak berkomunikasi dan tidak mau berkorban. Tidak kawan! Temanmu akan lebih menyayangimu ketika kalian mau meluangkan waktu 15 detik saja dari kesibukanmu untuk menyapa mereka, untuk tanyakan keadaan mereka. Ataupun mereka sudah akan tersenyum ketika beberapa kalimat sapaan kalian itu manis didengar maupun dibaca. Kita tidak butuh banyak basa basi untuk membahagiakan orang, cukup singkat, jujur, apa adanya dan yang terakhir sertakan hati dan Alloh dalam niat tulus kalian.

Teman kelak kalian akan berpisah denganku, kita akan hidup dijalan pilihan kita masing-masing, jarak bahkan dunia. Tapi inganlah sebuah kesejatian tak akan lekang dimakan apapun teman. Ketulusanmu meski itu kecil, akan tetap membekas dihati teman-temanmu meskipun dalam diamnya. Kelak kau akan digandeng atuapun menggandeng teman hidup yang insya Alloh abadi dunia akhirat, tapi itu semuapun bukan alasan mengubahan arah ketulusan kalian dalam berteman.

Rasakanlah sesuatu yang beda, Allohlah yang akan mengikat hati-hati kita, dan Allohlah yang bisa membantu kita mempertahankan persahabatan kita. Namun biarkanlah kita ikhtiar terlebih dahulu.

Jadi jika basa basi hanya berujung menyakiti meski itu sedikit, kenapa tidak kita bersikap jujur dan apa adanya. Jika memang basa basi itu penting untuk membahagiakan teman kita, aku yakin itu tidak akan bertahan lama. Ingatlah kawan, teman kita tidak akan selalu bisa mengetahui apa yang kita mau kita harapkan apabila tidak kita ungkapkan kepadanya. Hanya segelintiran hati2 yang peka yang mampu memahami tanpa kau tau sekalipun.

Aku bahagia bisa menulis lagi kali ini untuk berbagi meski tak banyak, namun andai kalian tau akulah orang yang patut amat bahagia karena pernah dipertemukan dengan kalian semua, TEMAN. Tak ada niat sedikitpun untuk menyinggung siapapun, :) because i miss u all, love u coz Alloh :)

Sepanjang Hidup

aku bersyukur kau di sini kasih
di kalbuku mengiringi
dan padamu ingin ku sampaikan
kau cahaya hati
dulu kupalingkan diri dari cinta
hingga kau hadir membasuh segalanya
oh inilah janjiku padamu

sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmu
hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu

yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku

berdoa kau dan aku di Jannah
ku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu

sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmu
hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu

yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku

berdoa kau dan aku di Jannah
ku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu

yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
tiada ragu dengarkanlah
kidung cintaku yang abadi

sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmu
hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu

yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku

berdoa kau dan aku di Jannah
ku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu.

Fota Maher Zain - Gambar Maher Zain












Bukan tanpa alasan menyukai sekali lagu ini, begitu damai dan amat menyentuh hati ini. Sebuah penghargaan dari laki-laki sejati untuk wanita. Begitu mendengarkan lagu ini terekam sebuah kejadian dimemori pikiranku, mencetak berbagai imajinasi untuk disandingkan pada impian dan harapan..... Bukan untuk mendamba yang amat sempurna, setidaknya yg bisa membuat "ku temukan kekuatanku disisimu, kau hadir sempurnakan hidupku" itu dan itu sebagai pembuka dan penerus kehidupan. Disebuah janji dalam ikatan tali pernikahan yang hakiki tentunya. Merindukan sosok yang menenangkan dan vigur yang mampu berdamai dengan masa lalu dan yang akan datang. Semoga Alloh perkenankan "sebuah" tulang rusuk yang tercecer dititipkan kembali oleh Alloh pada yang diberi amanah, dia yang sholeh dan mampu mensholehkan sekitarnya. Dia yang mampu menjadi penyejuk hati keluarga, dan dia yang masuk dalam jamaah orang-orang yang bertakwa. Semoga Alloh sempurnakan hidup kita, bukan aku dan kamu lagi tapi kita. Meski entah kapan waktu itu akan datang menemui kita namun janjiku padamu wahai kekasih hati penguat jiwa kelak, aku akan menunggumu slalu hingga dibatas waktu, hingga Alloh berkahi kita dalam kasih-Nya yang amat luas. Ku akan menanti :)

Tidak Sekali

27 Oktober 2012 pukul 23:44 ·

http://3.bp.blogspot.com/_jz4whqCMXFw/Sm7U09FLjAI/AAAAAAAAACc/hFj_NOkAXSs/s400/kapal-kertas.jpg
Bukan sekali, tapi beberapa kali......
membuat bertanya-tanya, apa disebalik ini semua?
saling melempar dan menangkap didepan mata, hanya didepan mata.
Tak singgah satupun perahu megah itu dipelabuhan meski sejenak.
Mata berkaca, pecahkan air riak qolbu.
Terasa hambar meski air laut pasang membentang didepan sepasang mata.

Tak mungkin air jingga dari kedua belah mata itu keluar,karena tak layak, pun tak pantas.
Semakin merendahkan titik tangga yang pernah ditata, ntah harus turun lagi atau merosot hingga dasar kekeringan.
Rasanya tak ingin!!!
Ingin tumpahkan dicakrawala bening itu.

Oh Tuhan, buangkanlah segenap jiwa ini, pada siapa saja yang mengerti tentang keMaha-anMU.
Tak mungkin biarkan air laut memerah karena ia dibiarkan terdiam.
Pasti ada 'sesuatu' yang tersembunyi cerah diantara rongga gelap itu.
Hanya itu....
Nyali asa itu mualai menciut seketika, ketika kualitas terbongkar dan tercuri.
Kembali..., diam itu punya nama!
Ia geserkan kegelisahan pada titik ambang yang merentas kekaki-kaki bumi..

Tidak sekali, namun beberapa kali, tak layak, tapi menginginkan
Mimpi terjatuh bimbang, saat semua berjalan, dan disudut itu ada seonggok jiwa yang masih diam, menontoni dengan khusyuk.
Walau kelak tau kapal-kapal itu akan pergi jauh, dan belum tentu akan melewati kembali.
Dipelabuhan itu....
Dimana semua bisu, dan nadipun seperti melamun sejenak dipangkuan kayangan.
Lagi lagi kata ketidak layakkan menghantui jeripayah hati yang amat berat memangku segalanya.

Biarkan Ada memar disetiap kelopak mata, bahkan penyesalan disetiap ruang dahaga.
Tak berharap ia sampai bernanah....meski samar, itu semua adalah sebuah siulan kegelisahan.

Terpaku.....
Mengeja bayangan kapal-kapal itu yang riuh membelah ombak gemetar.
sambil bermimpi kelak bisa menaiki salah satu kapal-kapal megah itu.
Hanya bermimpi!!!
Karena kaki-kaki kekar itu seperti kehilangan akal bagaimana caranya berjalan...
bagaimana caranya bermimpi yang agung.
Membentang layar hidup itu disetiap dengusan ombak.

Tidak sekali, bahkan beberapa kali, diam terus diam mengeja arti yang belum seberapa ini.
Tersimpan indah kunci-kunci indah itu, rapi bahkan tak ada yang tau dan berani mengkecohkan.
Hanya mungkin, tujuan kapal-kapal itu tak sama dengan penumpang-penumpang yang termenung diam dipelabuhan.

Yah tidak sekali.... :)

Bintan Island @lthafunisa

Tuhan, PELUK AKU

Terasa ada yang hilang, bahkan banyak sekali. hari-hari yang terbuang pada kubangan tak pernah teredit seperti dulu, terbentur dengan kekosongan yang simpang siur, aku malu pada matahari yang dari awal bertugas tetap istiqomah dalam tugasnya amat menuruti titah Rabb-nya. Tubuh ini seprti berserakan diman-mana, perlu waktu untuk merangkainya kembali menjadi satu kesatuan yang utuh. aku tak ingin kembali tersesat pada jalan berpetunjuk. Aku ingin menjadi seorang jiwa yang utuh. Yang tak pernah merasakan kehilangan, sedikit atau banyakah itu.
Aku mengerti jalanku penuh jelaga, sedikit cahaya, banyak noktaf hitam yang terus terpupuki. Tidak betah dengan keaadaan seperti ini. Ingin menghilang rasanya, putar balik dan kembali membuat judul baru.

oh Tuhan, Rabbku Allah. Maafkan segala khilafku, aku pahami hadirku untuk kembali, meski didalamnya mengenal kata sakit, izin dan alfa. Dan meskipun Kau tidak suka.

Tuhan aku ingin menangis dipeluk-Mu, mengeja kembali setiap Alif Ba Tha Sa yang pernah kupelajari. Tak ingin hampa menjelma dan menduga kehilangan yang amat banyak. Aku membutuhkan pundak-punda itu tuhan. Pundak-pundak mereka para Makhluk yang Engkau kasihi dan amat patuh atas titah-Mu.

Tuhan peluk aku, peluk aku hingga aku tersentak dan enyadari... tiada yang lebih hangat dari peluk-Mu. tiada yang lebih Penyayang dari Mu.

Aku tak ingin kehilangan cintaMu, hadirMu lebih dekat banyak merubah arah kompas hidupku. Aku rindu dan amat rindu bisa duduk dengan mereka ditaman-taman surgaMu.

Tuhanku yang amat besar Cinta dan Kasih sayangNya. pintaku PELUK AKU

Naskah Rindu

Sejuta rindu main sendiri diplataran hati
ntah siapa sebagian tubuh ini, sedikit mengasing dan dicobapaksakan untuk dinikmati.
kadang terasa sakit menggigit karena cetakan dan isi tak serupa.
namun aku mencoba uraikan melati agar sedikit harum ketika mulai ada kesumpekan itu.
akupun ingin dan terus berlari merasa amat tertinggal diruang mimpi yang terkunci tampak seolah tak berpintu.
Yang masih bisa kutangkap jelas adalah 'RINDU' berbagai dan beraneka ia. Mendorong memaksa keluar mencari sedikit cela mata angin yang menghendaki sebuah perbaikan.
ntah mengapa kabutpun terasa tak kembali jingga, seolah perhentian itumengabadi ditempat asing yang tak pernah ku jamah. Tapi tak akan ku sesali, sebab aku mulai mendapatkan sesuatu yang membingkai rindu-rinduku menjadi kereta mewah untuk sebuah pesta.
Jiwaku tetap saja seperti tertinggal disana, disebuah masa lalu yang membesarkan aku bersaman mimpi dan kenangan. Masih terekam jelas harum nafasku beserta alunan ombak jantung yang biarkanku menari ikuti langkah pelangi.
Aku merindukan yang dulu, ketika aku dapat menghirup bebas setiap naungan kebebasan yang terbingkai atas nama cinta, penghargaan, pengorbanan dan ketulusan yang tak bersyarat.
Beberapa tahun kulewati dengan sesuatu yang dipaksakan tak serat, padahal kulihat sendat aliran darahku makin menakutkan, tapi aku akan tetap belajar tenang mendewasan arah mata angin yang akan ku kendari kelak.
Rinduku akhir-akhir ini sering menyapa, mungkin kualitas melati mulai menurun dan tak segera bersemi kembali. Aku merasakan banyak yang hilang, bahkan sendirian dalam pesta yang megah itu. Tapi aku akan tetap bertahan menjadi orang asing, lalu menang mengibarkan bendera putih, tanpa serat lagi. Ku tak lagi ingin berandai, sebab otakku kembali membutuhkan banyak oksigen untuk tak kusakiti lagi ia.
Aku tak seperti yang dulu, ataupun tak berpura-pura seperti dulu, hanya ingin menuliskan naskah tentang rindu, rindu yang membuncah namun tak terpecahkan.
Aku membutuhkan sosok-sosok hebat untuk berdiri disamping, depan dan belakangku. Bukan untukku bersandar hanya mematok kuat berdiriku.
Kini aku yag harus maju sendiri, bergerak sendiri menuju medan yang tak pernah ku baca sebelumnya.
akhhhhh cerita rindu itu buatku berbunga terkadang, karena disana penuh topeng dan rupa tak berwajah. Biarlah aku menjadi aku yang sebenarnya, bersama rindu ini akan kubawa hingga nanti, hingga aku kembali dengan merdeka, menutup mata, dan kalian akan tertawa dengan rindu ini.

wah..... aku masih bisa menulis lagi ^_^



1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Sumber: Milist Info Nutrisi