Sudah lama tidak menulis diblog ini, sedikit kerinduan menggrogoti imajinasiku....


Tidak ada yang spesial untuk ditulis kali ini, hanya tentang seorang sahabat yang spesial dan slalu melekat di hati tiap kali namanya ku sebut. Kemarin tepat tanggal 14-11-11 ia mengakhiri masa lajangnya. Teringat impian setahunan yang lalu untuk bisa menghadiri acara sakral itu, namun takdirlah yang akhirnya berbicara dan Tuhanlah yang menentukan terbaik dari setiap mimpi-mimpi kita. Termasuk tangga itu, aku tak berada di sampingnya, sedikit kesedihan seketika menghampiri. Terpikirkan sesuatu yang akan berubah dan dirubah. sesuatu yang tidak akan seperti kemaren atau dahulu. Tapi disisi lainnya akupun bahaya sudah berhenti pencariannya pada sebuah titik nadir bernama "pernikahan". Sudah kubayangkan senyumnya mengembang ketika berdiri tegap dipilar pelaminan yang penuh bunga-bunga dan kain warna-warni serta bahagianya menggandeng seorang laki-laki yang telah hahal untuknya.

Teman, sahabat dan juga saudaraku, aku turut bahagia, meski aku tak bisa hadir disana, aku yakin hatiku tetap disana. Apa yang kita cita-cita kan itu tak selamanya baik dihadapanNya. Tuhan akan me-delete apa-apa yang tak baik untuk kita dan menggantikannya dengan keindahan-keindahan meskipun terkadag awalnya kita tak melihat keindahan itu. Yah.... Rasa syukurlah yang dapat melengkapi keindahan itu, apapun itu ketika kita menerimanya maka nikmat itu akan bertambah-tambah.

Sedikit memori yang dulu ternah kita goreskan dengan tinta warna-warni akan menjadi sejarah, yang berubah hanya statusmu bukan siapa dirimu. Aku bersyukur pernah dipertemukan dengan kalian teman-teman yang baik hati dan penggembira untukku. Ntah kapan lagi bertemu, akupun tak tahu. Semoga Alloh menyiapkan sebuah masa yang indah untuk kita.

Apapun yang telah terlukis tidak akan pernah bisa dihapus, andai dihaps juga akan meninggalkan noda, maka aku kan menyimpannya di musium hatiku. Tak banyak yang bisa aku lakukan untuk membahagiakan kalian semua. Tapi aku akan terus berusaha berteman dengan hati. Meski suatu saat nanti aku dilupakan aku akan berusaha mengingat kalian.

Tak berlaku bagiku mantan teman, apapun itu aku akan berusaha menerimanya, yang aku ingin katakan selamat berbahagia teman, dengan laki-laki pilihanmu, yang emoga bisa menjadi imam yang baik untukmu.

Bersamamu aku paham indahnya ketulusan, kasih sayang dan indahnya persaudaraan. Meski kita sama-sama tidak sempurna. aku bahagia bersaudara dengan sederhana dan karena ingin mengharap RidhoNya. Aku tak pernah tau apa itu ketulusan sampai ku temukan titik akhir disebagian perjalanan hidupku.

Tuhan bila aku amat meyayanginya, jagalah rasa sayangku agar tetap dalam jalur yang di RidhoiMu Tuhanku.

Selamat menempuh hidup baru dengan penyempurnaan sebagian agamamu sahabat. uhibbukifillah ukhti....